03 Januari 2009

Uninterruptable Power Supply (UPS)

Apa itu UPS ?
UPS adalah suatu alat yang berfungsi sebagai buffer antara power suplai dengan peralatan elektronik yang kita gunakan seperti: komputer, printer, modem, dsb. Bila ada gangguan, atau dengan kata lain suplai daya terputus, maka UPS akan segera bekerja dalam waktu sesingkat mungkin sehingga peralatan elektronik yang kita miliki tidak mengalami kerusakkan. Dalam hal ini UPS berfungsi sebagai suplai daya baru (backup dari suplai daya utama).

Mengapa kita harus memasang UPS ?
Sering terjadi suplai daya PLN terputus secara tiba-tiba atau kualitas suplai daya tidak normal akibat tegangan lebih, tegangan kurang dan tegangan kedip yang disebabkan karena gangguan petir dsb. Alangkah ruginya kita, apabila data-data berharga hasil pekerjaan yang telah kita kerjakan di komputer hilang akibat suplai daya ke komputer tiba-tiba putus.


UPS bertindak untuk mencegah hal tersebut terjadi. Apabila telah terjadi kerusakkan pada alat elektronik akibat terputusnya suplai daya atau data-data yang kita miliki hilang, maka UPS tidak dapat mengatasinya. UPS hanya bertanggung jawab agar peralatan elektronik tersebut tidak rusak atau sebelum data hilang.

Penyebab utama menurunnya kualitas suplai daya
Menurunnya kualitas suplai daya sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup peralatan elektronik yang disuplainya. Beberapa hal utama yang menyebabkan menurunnya kualitas suplai daya :
1.Tegangan lebih (Surja) impuls akibat petir. Tegangan lebih akibat petir biasanya terjadi dalam waktu beberapa mikro detik. Tegangan lebih ini biasanya dapat merusak perangkat keras (hardware) dari peralatan elektronik yang dikenainya. Seperti microchips, hard disk, monitor dsb.
2.Tegangan lebih akibat switch. Biasanya terjadi akibat mesin listrik yang diputus dari suplai. Bila kejadian ini berlangsung lama dapat mengakibatkan kerusakkan pada perangkat keras.
3.Tegangan kedip sesaat akibat peralatan listrik berdaya besar baru dinyalakan. Tegangan kedip ini dapat menyebabkan komputer hang, salah pembacaan pada hard disk atau kerusakan fisik pada hard disk tersebut.
4.Tegangan kurang, akibat PLN tidak mampu melayani beban puncak.
Hal ini mengakibatkan peralatan kita dicatu dengan tegangan lebih rendah dari ratingnya. Hal ini sangat berbahaya bagi peralatan kita sangat sensitif terhadap perubahan tegangan.
5.Black-Out
Ini merupakan peristiwa putusnya tegangan PLN ke peralatan secara keseluruhan.

Komponen Utama UPS


Komponen utama dari sebuah UPS adalah :
Baterei
Jenis baterei yang digunakan adalah jenis lead-acid (tegangan nominal 2,0 V per sel) dan jenis nikel-cadmium (tegangan nominal 1,2 V per sel). Baterei ini mampu menjadi sumber tegangan cadangan selama 15-30 menit.
Rectifier (penyearah)
Berfungsi untuk mengubah listrik AC menjadi listrik DC dari suplai daya untuk mengisi baterei.
Inverter
Berfungsi untuk mengubah listrik DC dari baterei menjadi listrik AC ke peralatan yang dilindungi oleh UPS.

Macam UPS berdasarkan cara kerjanya :
1.Line Interactive UPS
Pada UPS jenis ini diberi tambahan alat AVR (automatic voltage regulator) yang berfungsi mengatur tegangan dari suplai daya ke peralatan.
2.On-Line UPS
Pada UPS jenis ini terdapat 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah. Hal ini lebih mahal apabila dibandingkan dengan dua jenis UPS lainnya. Dalam keadaan gangguan, suplai daya ke rectifier akan diblok, sehingga akan ada listrik DC dari baterei ke inverter yang kemudian diubah menjadi listrik AC.
3.Off-Line UPS
UPS jenis ini merupakan UPS paling murah diantara jenis UPS yang lain. Karena rectifier dan inverter berada dalam satu unit. Dalam keadaan gangguan, switch akan berpindah sehingga suplai daya dari suplai utama ter-blok. Akibatnya akan mengalir listrik DC dari baterei menuju inverter.

20 September 2008

What is Automation System?

Artikel ini membahas Automation System bila digunakan di Rumah (sering disebut ‘Smart Home’ System) dan Gedung (Intelligent Building System).

Automation System yang dibahas disini adalah suatu System yang berupa peralatan elektronik terpasang dan berfungsi sebagai alat bantu untuk mengatur segala kebutuhan dari suatu Installasi.

Misal kita punya rumah yang lampu-lampunya menggunakan saklar konvensional, dan kita biasa menyalakan atau mematikan lampu dengan cara manual.
Bila kita menggunakan Automation System, Lampu-lampu kita bisa hidupkan secara otomatis dengan timer (pewaktu) atau menggunakan sensor gerak (jadi lampu akan menyala sendiri bila ada manusia di dekatnya atau mati sendiri bila tidak ada orang lagi) atau kita bisa menghidupkan dari jarak jauh misalnya remote, hand phone atau bahkan situs internet.
Hal ini juga bisa berlaku untuk semua peralatan Listrik dan Elektronik di rumah / gedung.

Walaupun sudah menggunakan Automation System, peralatan tetap dapat/bisa diaktifkan secara manual.

Tidak hanya itu, bisa kita buat system di sebuah ruangan dengan membuat memori atau kebiasaan Instalasi itu bekerja, jadi hanya dengan menekan sebuah tombol maka lampu / peralatan listrik akan aktif sesuai dengan program yang kita buat. Hal ini biasanya digunakan untuk ruangan yang banyak lampunya tapi si pemilik tidak mau sakelarnya banyak.

System ini begitu flexiblenya, sehingga kalau anda pernah menonton film futuristik... nah kira-kira begitu.
Itu contoh untuk di rumah, kalau di gedung lebih complicated lagi...

Bila anda berminat membuat sebuah Rumah dengan Automation System? harga yang akan dikeluarkan tergantung dari banyaknya Instalasi yang diatur dan bagaimana anda menginginkan System itu bekerja. Makin canggih makin mahal.

Hal-hal yang berpengaruh terhadap harga adalah Merk dari Automation yang digunakan, biasanya buatan Eropa dan Amerika lebih mahal daripada buatan Jepang, Korea atau China.
Namun harga biasanya cerminan dari kualitas. Jadi pilihan tetap ada di tangan si pembeli, yang penting Smart Home tapi harga murah atau Smart Home yang Handal dengan konsekuensi harganya.

28 Agustus 2008

Home Automation System


Kadang disebut Smart Home System, Intelligent Home System, kalau bahasa Indonesianya Otomatisasi Rumah.
Ini skalanya memang untuk rumah tinggal, karena itu biasanya sistem automation ini tidak serumit aplikasi untuk Instalasi Gedung.

Sistem ini di Indonesia belum terlalu familiar, hal ini disebabkan karena:
1. Minimnya informasi tentang Smart Home.
2. Daya beli orang kita memang belum memadai, harus kita akui Instalasi Smart Home memang masih mahal. Ini disebabkan karena produk-produk yang digunakan masih import dan kalaupun ada yang berminat masih dalam kalangan atas saja.
3. Upah pembantu rumah tangga dan satpam di Indonesia masih murah, jadi si pemilik rumah akan menghitung kebutuhan bila memakai Smart Home, dengan perbandingan mereka bayar orang untuk menjaga dan mengatur rumah mereka.
4. Lebih banyak orang kaya berusia tua dari pada berusia muda. Biasanya orang kaya berusia tua (usia >50th) menganggap sistem ini akan membuat mereka lebih repot. Mereka lebih nyaman dengan sistem konvensional (yang sebenarnya lebih merepotkan) dan lebih percaya kepada pembantu-pembantunya. Sedangkan orang kaya yang umurnya lebih muda (usia <50th) biasanya tertarik dengan System Smart Home, karena mereka lebih paham tentang tehnologi dibanding seniornya, apalagi mereka yang memang hobi dengan segala sesuatu yang berbau tehnologi. Namun masalah umur ini hanyalah suatu kebetulan saja.

Aplikasi untuk rumah tinggal memang tidak serumit untuk gedung, namun bagaimanapun tetap membutuhkan program yang lumayan rumit.

Akan lebih baik bila rumah yang akan menggunakan sistem ini sudah di design Smart Home-nya sejak rumah ini masih dalam tahap pembangunan. Agar instalasi yang akan dipasang lebih rapi dan teratur.

23 Agustus 2008

Trend Teknologi dan Format Baru

Dikutip dari: Heru Sutadi - detikinet

Kini, tranformasi teknologi terjalin transformasi lain, globalisasi, dan menciptakan paradigma baru yaitu era jaringan. Tak ada individu, lembaga kemasyarakatan, bisnis maupun pemerintah yang dapat mengabaikan perubahan ini. Sebab transformasi tersebut, membuat teknologi menjadi alat dalam pembangunan yang berpusat pada manusia, khususnya mengurangi angka kemiskinan.

Kombinasi transformasi teknologi dan globalisasi yang menciptakan era jaringan, membuat teknologi tingkat lanjut menjadi semakin cepat dan fundamental. Ada tiga bidang yang memimpin transformasi ini, yaitu teknologi komunikasi dan informasi, bioteknologi dan, yang baru muncul, nanoteknologi.

Teknologi komunikasi dan informasi melibatkan inovasi dalam dunia mikroelektronik, komputer (hardware dan software), telekomunikasi dan opto-elektronika. Inovasi ini memungkinkan proses dan penyimpanan informasi dalam jumlah sangat besar, juga pendistribusian dan akses informasi yang sangat cepat melalui jaringan.

Perkembangan dalam dunia teknologi informasi di berbagai sektor bisa disebut sebagai revolusi komunikasi. Dunia menjadi begitu sempit dan manusia bisa berkomunikasi dengan amat sangat cepat di manapun berada dengan kehadiran internet, telepon selular (ponsel) maupun satelit.

Dalam pemeringkatan keberhasilan pembangunan, diperkenalkan apa yang dinamakan Human Development Index (HDI). Salah satu komponen penilaian, sejak tahun 2001, terkait dengan teknologi, UNDP memperkenalkan Technology Achievement Index (TAI). Tujuannya, melihat bagaimana sebuah negara menciptakan dan mendifusi teknologi yang merefleksikan kapasitas partisipasi inovasi teknologi.

Ada beberapa komponen yang menjadi fokus TAI: penciptaan teknologi dengan indikator berupa hak patent yang dimiliki per kapita dan pendapatan yang didapat dari royalti, difusi inovasi teknologi baru seperti difusi internet, difusi inovasi teknologi lama yang dalam hal ini adalah telepon dan listrik, serta keahlian masyarakat dalam menciptakan dan menggunakan teknologi. Sasarannya, membantu para pengambil kebijakan tiap negara menentukan strategi pengembangan teknologi.

Melihat tren perkembangan teknologi di era jaringan dewasa ini serta melihat nilai dari komponen-komponen TAI, jenis teknologi yang mungkin bisa dipacu perkembangannya di tanah air adalah teknologi komunikasi dan informasi. Semisal difusi inovasi teknologi lama, peningkatan saluran telepon hingga ke desa-desa. Kebijakan untuk membuat telekomunikasi yang kompetitif diperlukan di sini.

Sebab penetrasi telepon ini akan mempengaruhi masyarakat dan organisasi dalam mendapatkan akses yang lebih baik terhadap informasi. Lebih jauh, difusi ini juga mempengaruhi difusi inovasi teknologi baru seperti internet, dan muaranya tentu saja membangun manusia Indonesia lebih bisa memberi kontribusi terhadap pembangunan.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah HAKI serta penelitian dan pengembangan teknologi. Dalam soal HAKI, selain perlunya pemerintah lebih pro aktif dan mempermudah masyarakat mendaftarkan temuannya, perlu juga dibentuk lembaga yang mengorganisir mereka yang mempunyai keahlian programming, mungkin termasuk hacking dan cracking, untuk menghasilkan satu temuan yang bermanfaat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya budget penelitian dan pengembangan harus ditingkatkan. Untuk mempromosikan teknologi yang berorientasi riset, pemerintah sedapat mungkin membangun hubungan antara perguruan tinggi dan industri. Hubungan sinergi keduanya merupakan kesempatan untuk mengeksploitasi kesempatan revolusi teknologi.

Untuk meraih keberhasilan seperti diinginkan, tentu tidak semudah dibayangkan. Hanya saja, jika kebijakan yang diambil benar, melibatkan serta bermanfaat bagi rakyat banyak, tidak ada yang tidak mungkin untuk mewujudkannya bersama-sama.

18 Agustus 2008

ZELIO SMART RELAY


Zelio buatan Telemecanique secara umum banyak digunakan untuk aplikasi mesin / industri kecil, namun Zelio ini ternyata juga bisa di gunakan untuk Lighting Control atau Automation sederhana dengan free customized program. Bahkan bisa juga difungsikan sebagai Master Control Security System.

Keunggulan dari Zelio Smart Relay:
1.Sangat mudah untuk di implementasikan dan waktu implementasi proyek lebih cepat
2.Bersifat fleksibel dan cukup handal
3.Mudah dalam modifikasi (software)
4.Lebih ekonomis dibandingkan PLC untuk sebuah aplikasi sederhana
5.Waktu training yang cukup singkat
6.Tersedianya modul komunikasi MODBUS sehingga Zelio dapat menjadi Slave PLC dalam suatu jaringan PLC
7.Beberapa fiture unggulan Zelio: Fast Counter (hingga 1kHz), 2 pilihan program: Ladder atau FBD (Function Block Diagram), 16 buah Timer, 16 buah Counter, 8 buah blok fungsi clock (setiap blok fungsi memiliki 4 kanal), Automatic Summer / Winter Time Switching dan 16 buah Analog Comparator
8.Harganya lebih murah dibandingkan PLC.

Kekurangan dari Zelio Smart Relay bila digunakan sebagai Automation System adalah:
1.Karena produk ini memang untuk aplikasi sederhana, maka Zelio terbatas dalam jumlah Input dan Output, maksimum kapasitas Zelio adalah 40 I/O terdiri dari 24 input (6 analog dan 18 binary) dan 16 output. Bila untuk aplikasi yang besar disarankan tetap gunakan PLC.
2.Bila dipergunakan untuk Lighting Control, Zelio tidak bisa langsung di gunakan sebagai Dimmer Control, tetapi Zelio hanya sebagai input dari Dimmer Control tersebut.